Syukur Atas Cinta Tuhan – Madah Syukur

Syukur Atas Cinta Tuhan merupakan lagu Madah Syukur Katolik yang sangat sesuai dinyanyikan sesudah umat menerima Komuni Kudus. Sebagai bagian dari lagu Misa Katolik, lagu ini mengajak umat menanggapi anugerah Ekaristi dengan ungkapan syukur yang lahir dari pengalaman akan kasih Allah yang senantiasa menyertai kehidupan. Syairnya tidak hanya memuji Tuhan atas penyelenggaraan-Nya, tetapi juga menjadi doa penyerahan diri agar setiap orang yang telah dipersatukan dengan Kristus dalam Komuni semakin setia berjalan dalam terang kasih-Nya. Nuansa lagu ini menampilkan relasi yang akrab antara manusia dan Tuhan, sehingga sangat membantu umat memasuki suasana doa pribadi setelah menerima Sakramen Mahakudus.

Lihat juga : Kebijaksanaan Tuhan – Madah Syukur Sesudah Komuni

Dari sisi musikal, lagu ini memiliki melodi yang hangat dan mudah mengalir sehingga lebih menonjolkan penghayatan teks daripada kemegahan harmoni. Paduan suara hendaknya membangun warna suara yang lembut sejak awal, kemudian mengembangkan dinamika secara bertahap menuju refren sebagai puncak ungkapan syukur. Jika dibawakan dengan SATB, setiap kelompok suara perlu menjaga keseimbangan agar melodi utama tetap terdengar jelas tanpa kehilangan kekayaan harmoninya. Bagian refren sebaiknya dinyanyikan dengan ekspresi yang lebih terbuka, sementara penutup lagu dikembalikan pada suasana teduh sehingga umat tetap berada dalam keheningan doa sesudah Komuni.

Informasi Lagu

Judul Lagu : Syukur Atas Cinta Tuhan
Fungsi Liturgi : Madah Syukur (Sesudah Komuni)
Lagu, Lirik & Aransemen : F. Sawe, Apoly Tukan
Nada Dasar : Do = G
Birama : 4/4
Tempo : Sedang
Bentuk : SATB
Tema Utama : Syukur atas kasih dan penyertaan Tuhan
Karakter : Hangat, reflektif, penuh syukur
Cocok Digunakan Misa Mingguan, Misa Harian, Misa Syukur, Perayaan Hari Raya, serta berbagai Perayaan Ekaristi

Lirik Lagu Syukur Atas Cinta Tuhan

Bait 1

Oh Tuhan, besarlah cinta-Mu bagi aku anak-Mu.
Di dalam suka maupun duka, kasih-Mu menaungi aku.
Kubersyukur kepada-Mu ya Tuhanku atas kasih cinta-Mu.

Di tengah kesunyian malam, Engkau tetap beserta-ku.
Kau slalu menyertai daku dengan rahmat dan kasih cinta
Kau dengarkan rintihan hati kami umat-Mu yang merana.

Bait 2

Kuangkat syukur dan pujian ke hadirat-Mu Tuhanku.
Pimpinlah dan tuntun langkahku menjadi pelayan umat-Mu.
Mewartakan kebenaran Sabda-Mu ke tengah ciptaan-Mu.

Kasih-Mu selalu kukenang hingga akhir hidupku.
Kuserahkan seluruh hidupku di dalam naungan kasih-Mu.
Terimalah diriku yang hina ini di dalam rangkulan-Mu.

Refren

Bapa Tuhan, Bapa Mahacinta,
Oh Tuhan, trima syukurku ini.
Biarkan aku alami fajar kasih-Mu abadi.

Makna Liturgis Lagu

Madah syukur Syukur Atas Cinta Tuhan mengajak umat menyadari bahwa kasih Allah tidak berhenti pada saat menerima Komuni Kudus, tetapi terus menyertai setiap langkah kehidupan. Ekaristi menjadi sumber kekuatan untuk menghadapi suka dan duka, sekaligus mengutus setiap orang beriman agar menjadi saksi kasih Kristus di tengah dunia. Oleh karena itu, syair lagu ini tidak hanya berisi ucapan terima kasih, tetapi juga komitmen untuk hidup sebagai pelayan yang setia, mewartakan Sabda Tuhan, dan mempersembahkan seluruh hidup dalam naungan kasih-Nya.

Catatan untuk Koor: Bangun interpretasi lagu dengan nuansa syukur yang tulus, utamakan kejelasan pengucapan setiap kalimat doa, dan biarkan refren menjadi puncak emosional lagu tanpa kehilangan suasana hening yang menjadi ciri khas Madah Syukur sesudah Komuni.

Dapatkan teks lagu ini dengan mengunduhnya/ download melalui tombol di Bawah.

Lagu Misa lainnya:

Lihat juga konten-konten terbaik dari Liturgi Katolik:

“Syukur yang sejati tumbuh dari hati yang mengenali kasih Tuhan dalam setiap perjalanan hidup—baik dalam sukacita maupun dalam duka.”

Hilarius Benediktus

Scroll to Top