Kurban dan Pujian (Lagu Persiapan Persembahan Misa Arwah)

Kurban dan Pujian merupakan salah satu lagu persembahan Misa Arwah Katolik yang dinyanyikan pada ritus Persiapan Persembahan dalam Perayaan Ekaristi bagi umat yang telah meninggal dunia. Sebagai bagian dari lagu Misa Katolik, nyanyian ini mengungkapkan penyerahan kurban pujian dan doa umat kepada Allah, sekaligus memohon belas kasih-Nya bagi jiwa yang didoakan. Syairnya menegaskan bahwa persembahan roti dan anggur di altar dipadukan dengan doa seluruh Gereja agar arwah memperoleh pengampunan, diterangi cahaya Allah, dan diperkenankan menikmati kebahagiaan abadi bersama Kristus. Dengan demikian, lagu ini membantu umat menghayati bahwa Ekaristi adalah kurban keselamatan yang menjadi sumber pengharapan bagi mereka yang telah berpulang maupun bagi umat yang masih berziarah di dunia.

Dari segi musikal, Kurban dan Pujian memiliki melodi yang tenang dengan tempo sedang sehingga mampu menciptakan suasana doa yang khusyuk selama Persiapan Persembahan. Bagian refren hendaknya dinyanyikan dengan harmoni yang utuh sebagai ungkapan doa bersama seluruh umat, sedangkan bagian solo dibawakan secara ekspresif namun tetap sederhana agar makna setiap kalimat lebih mudah dihayati. Paduan suara perlu menjaga keseimbangan dinamika dan kejelasan artikulasi sehingga perhatian umat tetap terarah pada isi doa, bukan pada kemegahan musikal. Karakter lagu ini lebih menonjolkan pengharapan akan belas kasih Allah daripada nuansa dukacita, sehingga sangat sesuai mengiringi ritus persembahan dalam Misa Arwah.

Informasi Lagu

Judul Lagu : Kurban dan Pujian
Fungsi Liturgi : Lagu Persiapan Persembahan Misa Arwah
Sumber : Gita Bahana (2020) No. 263
Lagu, Lirik, Aransemen : Abraham Taek
Nada Dasar : Do = A
Birama : 4/4
Bentuk : Solo dan Koor SATB
Tema Utama : Persembahan Ekaristi dan doa bagi arwah
Karakter : Khidmat, penuh pengharapan, reflektif
Cocok Digunakan Misa Arwah, Peringatan Arwah, dan Perayaan Ekaristi bagi umat yang telah meninggal

Lirik Lagu Lengkap

Refren

Kurban dan pujian kami unjukkan pada-Mu Tuhan.
Terimalah jiwa umat-Mu yang hendak kami doakan hari ini.

Bait 1

Sudilah ya Tuhan membimbingnya ke dalam terang-Mu.

Bait 2

Sudilah bebaskan berkat kurban Putra-Mu Kristus.

Bait 3

Semoga jiwanya dapat masuk ke dalam surga.

Makna Liturgis Lagu

Lagu Kurban dan Pujian menegaskan bahwa doa bagi arwah mencapai puncaknya dalam kurban Ekaristi. Pada saat Persiapan Persembahan, Gereja tidak hanya mempersembahkan roti dan anggur, tetapi juga membawa intensi doa bagi mereka yang telah meninggal agar dipersatukan dengan karya penebusan Kristus. Permohonan agar Tuhan membimbing jiwa yang didoakan menuju terang-Nya serta menerima mereka ke dalam surga mencerminkan iman Gereja akan kuasa kurban Kristus yang mengalahkan dosa dan maut. Oleh karena itu, lagu ini menjadi ungkapan pengharapan bahwa belas kasih Allah senantiasa menyertai setiap orang yang meninggal dalam iman.

Catatan untuk Koor: Utamakan kesatuan warna suara dan artikulasi yang jelas pada bagian refren agar umat dapat menangkap isi doa dengan baik. Bagian solo hendaknya dibawakan secara tenang dan penuh penghayatan, sementara dinamika koor tetap dijaga agar mendukung suasana doa selama ritus Persiapan Persembahan.

Dapatkan teks lagu ini dengan mengunduhnya/ download melalui tombol di Bawah.

Lagu Misa lainnya:

Lihat juga konten-konten terbaik dari Liturgi Katolik:

Apabila Anda sedang mencari lagu persembahan Katolik, lagu Misa Arwah, atau partitur untuk berbagai bagian Perayaan Ekaristi, jelajahi koleksi lagu liturgi lainnya di LiturgiKatolik.Com. Setiap artikel dilengkapi dengan lirik lengkap, informasi liturgis, makna iman, serta panduan membawakan lagu untuk paduan suara. Dengan memperkaya referensi musik liturgi yang sesuai dengan ketentuan Gereja, para organis, dirigen, pemazmur, dan anggota koor dapat mempersiapkan perayaan yang lebih khidmat sekaligus membantu umat berpartisipasi aktif dalam liturgi. Jangan lupa membagikan artikel ini agar semakin banyak pelayan liturgi memperoleh referensi lagu Misa Katolik yang benar, bermutu, dan mudah diakses.

“Harapan terbesar orang beriman bukan sekadar panjang umur, melainkan memandang wajah Allah dalam terang kemuliaan-Nya.”

(Hilarius Benediktus)

Scroll to Top