Tuhan Sudilah Mendengar (Lagu Misa Arwah Katolik)

Tuhan Sudilah Mendengar merupakan salah satu lagu Misa Arwah Katolik yang dapat dinyanyikan saat pengusungan jenazah menuju makam. Sebagai bagian dari lagu Misa Katolik, nyanyian ini menjadi doa permohonan Gereja yang mengiringi perjalanan terakhir seorang umat beriman menuju tempat peristirahatan jasmaninya. Syair lagu ini memadukan doa bagi arwah dengan permohonan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan. Setiap bait mengungkapkan keyakinan bahwa Allah yang Maharahim mendengarkan ratap tangis umat-Nya, mengampuni dosa-dosa mereka yang telah berpulang, menerima mereka ke dalam persekutuan para kudus, serta menguatkan hati keluarga yang sedang berduka. Dengan demikian, lagu ini menghadirkan suasana yang sarat pengharapan di tengah perpisahan terakhir.

Lihat juga:

Melodi Tuhan Sudilah Mendengar mengalir sederhana dengan birama 3/4 yang memberi ruang bagi umat untuk berdoa secara khusyuk selama prosesi menuju makam. Paduan suara hendaknya membawakan lagu ini dengan tempo yang tenang dan stabil, menghindari aksen yang terlalu kuat agar suasana doa tetap terjaga. Setiap bait sebaiknya dinyanyikan dengan artikulasi yang jelas karena seluruh syair berisi permohonan yang mendalam. Pada bagian refren, harmoni dapat dibuat sedikit lebih penuh untuk mempertegas seruan “Ya Tuhan kasihanilah, kabulkan doa kami,” namun tetap dalam nuansa lembut yang mencerminkan iman akan belas kasih Allah.

Informasi Lagu

Judul Lagu : Tuhan Sudilah Mendengar
Fungsi Liturgi : Lagu Pengusungan Jenazah ke Makam
Sumber : Syukur Kepada Bapa
Lagu, Lirik : NN
Aransemen : Kenny Aprilio (2025)
Nada Dasar : Do = F
Birama : 3/4 (bait), 4/4 (refren)
Bentuk : SATB (Sopran, Alto, Tenor, Bass)
Tema Utama : Doa bagi arwah dan penghiburan bagi keluarga yang berduka
Karakter : Khusyuk, penuh belas kasih, dan penuh harapan
Cocok Digunakan : Prosesi Pengusungan Jenazah ke Makam, Misa Arwah, dan Ibadat Pemakaman Katolik

Lirik Lagu Tuhan Sudilah Mendengar

Bait 1:

Tuhan sudilah mendengar
ratap tangis yang sedih.
Luluskanlah permohonan
umat yang ditinggalkan.

Bait 2:

Perkenankan dia masuk
persekutuan suci.
Bunda Yesus yang mulia
serta penghuni surga.

Bait 3:

Hapuskan kesalahannya
yang pernah dilakukan.
Demi jasa Yesus Kristus
berilah pengampunan.

Bait 4:

Hiburkanlah keluarga
yang kini ditinggalkan.
Hidup hanyalah diubah,
bukannya dilenyapkan.

Refren:

Ya Tuhan kasihanilah,
kabulkan doa kami.

Makna Liturgis Lagu

Lagu Tuhan Sudilah Mendengar menampilkan seluruh dimensi doa Gereja bagi orang yang telah meninggal. Pada awalnya, umat memohon agar Allah menerima doa dan air mata keluarga yang berduka. Selanjutnya, Gereja memohon agar arwah diterima dalam persekutuan para kudus dan memperoleh pengampunan melalui jasa wafat dan kebangkitan Kristus. Bait terakhir menggemakan salah satu ungkapan iman yang sangat dikenal dalam liturgi pemakaman Katolik, yaitu bahwa “hidup hanyalah diubah, bukannya dilenyapkan.” Kalimat ini menegaskan bahwa kematian bukanlah akhir keberadaan manusia, melainkan peralihan menuju kehidupan kekal bersama Allah. Oleh karena itu, lagu ini menjadi doa yang menghibur sekaligus menguatkan iman akan kebangkitan.

Catatan untuk Koor: Jagalah tempo tetap tenang sepanjang prosesi, utamakan kejelasan pengucapan setiap doa dalam bait-bait lagu, dan bawakan refren dengan harmoni yang lembut namun penuh keyakinan agar umat merasakan penghiburan serta harapan akan kehidupan kekal di dalam Kristus.

Dapatkan teks lagu ini dengan mengunduhnya/ download melalui tombol di Bawah.

Lagu Misa lainnya:

Lihat juga konten-konten terbaik dari Liturgi Katolik:

“Kasih tidak berhenti ketika seseorang meninggal. Gereja terus mengasihi dengan mendoakan mereka agar memperoleh damai abadi di hadirat Allah.”

Sedang mencari lagu Misa Arwah Katolik, partitur koor SATB, maupun berbagai lagu Misa Katolik untuk setiap bagian liturgi? Jelajahi koleksi lagu liturgi lainnya di LiturgiKatolik.Com. Anda dapat menemukan partitur lengkap beserta lirik, informasi liturgis, makna lagu, dan tips membawakannya untuk paduan suara. Jangan lupa bagikan halaman ini kepada rekan koor, organis, dirigen, maupun petugas liturgi agar semakin banyak umat memperoleh referensi lagu yang sesuai dengan tata perayaan Gereja. (Hilarius Benediktus)

Scroll to Top