
Apui, Alor Selatan, 10 Juli 2026 – Sukacita besar menyelimuti umat Paroki Santu Yakobus Rasul Bukapiting dalam Perayaan Syukur Kaul Kekal Sr. Bibiana Laumai, SSpS yang berlangsung di Kapela Santo Arnoldus Janssen Apui, Jumat (10/7/2026). Perayaan ini menjadi ungkapan syukur atas kesetiaan Allah yang telah menuntun putri Apui itu hingga mengikrarkan kaul kekalnya sebagai Suster Misionaris Abdi Roh Kudus (SSpS).
Misa Syukur Kaul Kekal Sr. Bibiana Laumai, SSpS
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Vikaris Episkopal Keuskupan Agung Kupang untuk Paroki-Paroki Kepulauan, RD. Ambrosius Bala Ladjar, didampingi tujuh imam konselebran. Kehadiran para imam, biarawan-biarawati, keluarga, umat, serta tamu undangan dari berbagai kalangan menjadikan perayaan ini sebagai momentum iman yang mempererat persaudaraan dan kebersamaan.
Turut hadir dalam Perayaan Syukur Kaul Kekal Sr. Bibiana Laumai, SSpS tersebut anggota DPRD Kabupaten Alor, Gabriel Yan Laumakiling, Camat Alor Selatan Imanuel Saldeng, para pimpinan wilayah setempat, para pendeta dari gereja-gereja Protestan di wilayah Apui dan Maipui, para lurah dan kepala desa, para Suster SSpS dari Komunitas Santu Mikhael Tombang dan Komunitas Santa Elisabet Sidongkomang, serta berbagai tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menjadi tanda dukungan lintas elemen masyarakat terhadap panggilan hidup bakti yang dijalani Sr. Bibiana.
Sukacita sebenarnya telah dimulai sehari sebelumnya. Pada Kamis, 9 Juli 2026, Sr. Bibiana Laumai, SSpS disambut secara adat di pintu gerbang Kapela Santo Arnoldus Janssen Apui setelah menempuh perjalanan dari Bukapiting menuju kampung halamannya. Prosesi adat yang berlangsung khidmat dan penuh makna menjadi ungkapan penghormatan masyarakat kepada putri daerah yang telah mempersembahkan hidupnya bagi Tuhan dan pelayanan Gereja.

Persiapan menuju Perayaan Syukur Kaul Kekal Sr. Bibiana Laumai, SSpS ini telah dilakukan jauh hari sebelumnya. Umat dari pusat Paroki Santo Yakobus Rasul Bukapiting maupun seluruh kapela bergotong royong mempersiapkan segala kebutuhan liturgi, konsumsi, dekorasi, hingga penerimaan tamu. Semangat kebersamaan yang terbangun mencerminkan wajah Gereja yang hidup, di mana seluruh umat mengambil bagian sesuai talenta dan tanggung jawab masing-masing. Bukan hanya umat paroki, saudara-saudari dari gereja tetangga juga datang membantu.
Dalam homilinya, RD. Ambrosius Bala Ladjar mengajak seluruh umat untuk mensyukuri rahmat panggilan hidup bakti yang merupakan anugerah Allah. Kaul kekal bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari penyerahan diri yang semakin total kepada Kristus dalam pelayanan kepada Gereja dan sesama. Kesetiaan seorang religius, tegasnya, menjadi kesaksian nyata bahwa kasih Tuhan tetap bekerja di tengah dunia.
Usai Perayaan Ekaristi, seluruh peserta mengikuti resepsi yang berlangsung di halaman gereja. Acara diawali dengan sapaan Ketua Dewan Pastoral Paroki Santo Yakobus Rasul Bukapiting, Silvester Asamai. Sambutan kemudian disampaikan oleh anggota DPRD Kabupaten Alor Gabriel Yan Laumakiling dilanjutkan dengan kata hati dari sang Yubilaris. Camat Alor Selatan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas ketekunan Sr. Bibiana serta kerja sama seluruh masyarakat dalam menyukseskan perayaan tersebut.
Rangkaian sambutan ditutup oleh RD. Ambrosius Bala Ladjar yang menyampaikan suara gembala. Ia mengajak umat untuk terus mendoakan Sr. Bibiana agar tetap setia dalam panggilannya, sekaligus memohon agar semakin banyak kaum muda berani menjawab panggilan Tuhan menjadi imam, biarawan, maupun biarawati.
Suasana resepsi semakin semarak dengan penampilan lagu-lagu, tarian daerah, dan berbagai atraksi budaya yang dibawakan umat dari berbagai wilayah. Puncaknya adalah tarian adat lego-lego yang mengajak seluruh tamu dan umat bergandengan tangan dalam lingkaran persaudaraan. Di tengah udara dingin Apui yang menusuk hingga ke tulang, kehangatan persaudaraan dan sukacita iman terasa begitu kuat, menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan bagi semua yang hadir.
Putri Apui yang Menjawab Panggilan Tuhan
Sr. Bibiana Laumai, SSpS, yang akrab disapa Sr. Bian, lahir di Apui pada 2 Desember 1992. Ia merupakan putri dari pasangan Petrus F. Laumai dan Sesilia Manetlet. Ia dibesarkan dalam keluarga sederhana yang menanamkan nilai iman, kerja keras, dan semangat melayani.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN Apui (2000–2008), kemudian melanjutkan ke SMPN Apui (2008–2011) dan SMAK Santo Yoseph Kalabahi (2011–2014). Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, benih panggilan yang telah tumbuh sejak remaja membawanya memasuki Kongregasi Suster SSpS. Masa aspiran dijalaninya di Komunitas Santa Theresia Halilulik (2014–2015), dilanjutkan sebagai postulan di Komunitas Santa Klara Tenubot (2015–2016), serta menjalani masa novisiat di Halilulik (2016–2018).
Sesudah mengucapkan kaul pertama, Sr. Bibiana menjalani berbagai penugasan sebagai yunior karya di Komunitas Santa Maria Fatima Bello (2018–2020) dan Komunitas Santo Mikael Tombang (2020–2021). Selanjutnya ia mendapat kesempatan menempuh pendidikan tinggi di Politeknik Pertanian Negeri Kupang pada Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan (2021–2025), sembari tinggal di Komunitas Santa Skolastika Liliba. Masa probasi dijalaninya di Komunitas Santa Theresia Bello (2025–2026).
Biarawati yang mengambil moto kaul kekal “Aku mengasihi engkau, tinggallah dalam kasih-Ku” (Yohanes 15:9) itu selanjutnya akan menjalani tugas misi di Timor Leste. Dalam kata hati yang ia sampaikan dalam resepsi syukur, ia meminta dukungan doa untuk tugas misinya.
Pada 2 Juli 2026, Sr. Bibiana mengikrarkan Kaul Kekal di Paroki Katedral Santa Maria Imakulata Atambua dalam Misa yang dipimpin Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku. Delapan hari kemudian, keluarga besar, umat Paroki Santu Yakobus Rasul Bukapiting, dan masyarakat Apui merayakan syukur atas rahmat panggilan tersebut melalui perayaan syukur di kampung halamannya.
Perayaan Syukur Kaul Kekal Sr. Bibiana Laumai, SSpS ini bukan sekadar pesta keluarga atau paroki, tetapi menjadi kesaksian bahwa Tuhan terus memanggil dan menyertai umat-Nya. Dari sebuah kampung di pegunungan Alor Selatan, lahir seorang perempuan yang dengan penuh iman menyerahkan seluruh hidupnya bagi Kristus dan pelayanan Gereja. Sukacita yang dirasakan seluruh umat pada Perayaan Syukur Kaul Kekal Sr. Bibiana Laumai, SSpS hari itu menjadi doa bersama agar kesetiaan Sr. Bibiana menghasilkan buah-buah kasih, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berani menjawab panggilan Tuhan dalam hidup mereka masing-masing.
Kaul kekal dalam kehidupan membiara merupakan puncak dari proses pembinaan seorang religius setelah melewati masa aspiran, postulat, novisiat, kaul pertama, dan masa yuniorat. Melalui kaul kekal, seorang biarawan atau biarawati menyerahkan seluruh hidupnya kepada Allah untuk selamanya dengan mengikrarkan tiga nasihat Injil, yakni kemurnian, kemiskinan, dan ketaatan sesuai Konstitusi tarekatnya. Kaul ini bukan sekadar sebuah janji, melainkan ikatan suci yang menandai komitmen seumur hidup untuk mengikuti Kristus secara lebih dekat dalam doa, hidup bersama, dan karya pelayanan. Bagi Kongregasi Suster Misionaris Abdi Roh Kudus (SSpS), kaul kekal menjadi ungkapan penyerahan diri secara total kepada Allah Tritunggal Kudus untuk mewartakan kasih Kristus dan menghadirkan karya Roh Kudus di tengah Gereja dan dunia.
Kongregasi Suster Misionaris Abdi Roh Kudus (Servae Spiritus Sancti/SSpS) merupakan tarekat religius misioner internasional yang didirikan oleh Santo Arnoldus Janssen di Steyl, Belanda, pada 8 Desember 1889. Kongregasi ini lahir dari semangat untuk menghadirkan karya Roh Kudus melalui pewartaan Injil, pelayanan kasih, pendidikan, kesehatan, pendampingan sosial, serta berbagai karya pastoral di seluruh dunia. Berlandaskan spiritualitas Tritunggal Mahakudus dan semangat misi “Semoga Tritunggal Mahakudus hidup di hati semua orang” (May the Holy Triune God live in our hearts and in the hearts of all people), para Suster SSpS diutus melayani tanpa membedakan suku, budaya, maupun agama.
Di Indonesia, SSpS telah berkarya selama lebih dari satu abad melalui berbagai pelayanan yang menjangkau daerah perkotaan maupun pelosok, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Timur, dengan menghadirkan kasih Allah melalui doa, kesaksian hidup, dan pelayanan kepada mereka yang membutuhkan. (Hilarius Benediktus)
Lihat juga konten terbaik kami:
Lihat juga konten-konten terbaik dari Liturgi Katolik:
